www.tokomarlan.com

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2012

Burung Parkit


burung parkit liar australia
burung parkit liar australia
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Ordo: Psittaciformes
Family: Psittacidae
Genus: Melopsittacus
Species: Melopsittacus undulatus
Panjang: 18-20 cm
Berat: 27-32 gram
Burung parkit adalah burung kecil dari keluarga burung nuri (parrot). Mereka sangat cerdas dan merupakan burung sosial (jauh lebih nyaman berada dalam kawanan besar). Burung parkit liar memiliki bulu hijau diselingi campuran kuning dan hitam. Di negara barat, burung parkit dikenal dengan nama parakeet atau budgerigar. Namun istilah yang lebih sering digunakan adalah budgie (kependekan dari budgerigar). Kata Budgerigar berasal dari bahasa Aborigin “betcherrygah” yang berarti “enak dimakan”. Ya, kemungkinan besar suku Aborigin suka makan daging burung parkit.
Melalui penangkaran/budidaya parkit telah dihasilkan burung parkit dengan warna biru, abu-abu, kuning, putih dan kombinasi. Harga burung parkit dengan kombinasi warna biasanya lebih mahal daripada harga parkit dengan warna umum.
burung parkit kuning
burung parkit kuning
burung parkit biru
burung parkit biru
recessive pied budgie
burung parkit recessive pied, harganya lebih mahal
ANATOMI BURUNG PARKIT
gambar anatomi burung parkit
gambar anatomi burung parkit
Keterangan:
  • cloaca: organ yang digunakan untuk saluran pembuangan dan saluran untuk transfer sperma saat kawin
  • coracoid: tulang penting, bagian dari struktur tulang untuk terbang
  • crop (tembolok): kantung penyimpanan makanan sebelum dicerna
  • duodenum: bagian pertama dari usus kecil, membantu mencerna makanan
  • gizzard (ampela): kantung pencernaan berotot yang dapat menampung kerikil yang dapat membantu menghaluskan biji-bijian. Sebelum masuk ke usus, biji-bijian keras akan diremas-remas oleh ampela sehingga beradu dengan kerikil dan menjadi halus agar zat makanan lebih mudah diserap. Fungsi ampela pada unggas sama seperti fungsi gigi pada manusia
  • oesophagus (kerongkongan): saluran yang menghubungkan mulut dengan tembolok
  • pectoral muscles (otot dada): otot untuk mengepakkan sayap
  • proventriculus: kelenjar pencernaan yang mencampur enzim pencernaan dengan makanan sebelum ditransfer ke ampela
  • small intestine (usus kecil): mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan
  • trachea: saluran pernafasan yang membawa udara dari luar ke paru-paru dan sebaliknya
  • ureter: membawa sisa pembuangan dari ginjal ke kloaka
  • vas deferens: saluran pengangkut semen (air mani) dari testis ke kloaka saat kawin
Bagi yang malas membaca keterangan dari poin-poin di atas, mari saya bantu simpulkan:
  • Burung parkit (dan unggas lainnya) sengaja memakan kerikil untuk membantu menghaluskan makanan (baca keterangan gizzard, poin kelima).
  • Burung parkit jantan (dan banyak unggas jantan lainnya) tidak memiliki penis. Mereka (baik jantan maupun betina) hanya punya satu saluran untuk reproduksi dan defekasi (pembuangan), yaitu kloaka. Pada manusia (pria), saluran defekasi (rectum) terpisah dari saluran reproduksi (urethra – juga merupakan saluran pembuangan urine). Pada wanita, saluran lebih dispesifikasi lagi menjadi 3: saluran reproduksi (vagina), saluran defekasi (rectum), dan saluran urine (urethra).
gambar burung parkit hijau
burung parkit jantan, ditandai dengan warna kebiruan pada bagian sekitar lubang hidung (cere)
Karena tidak ada penis, akan sulit membedakan jenis kelamin burung parkit dengan melihat langsung area pribadinya. Cara membedakan jenis kelamin burung parkit yang umum dilakukan ialah dengan melihat warna cere (bagian di atas paruh sekitar lubang hidung). Jika berwarna kebiruan, jantan, bila berwarna putih, krem, atau coklat muda, berarti betina. Cara ini dapat dilakukan saat burung parkit sudah dewasa (sekitar 4 bulan). Perbedaan warna cere akan semakin jelas seiring bertambahnya usia burung parkit.Secara tekstur, cere pada burung parkit jantan terlihat lebih mengkilap, dan agak kusam pada betina.
burung parkit betina
burung parkit betina, ditandai dengan cere (bagian di atas paruh sekitar lubang hidung) berwarna putih, krem atau coklat muda
Cara lain membedakan jenis kelamin burung parkit adalah dengan memperhatikan aktivitas burung parkit. Burung parkit jantan biasanya lebih aktif dan lebih suka berkicau sementara parkit betina lebih cenderung diam dan pasif.
sarang burung parkit
sarang burung parkit liar
HABITAT
Burung parkit adalah binatang asli Australia yang ditemukan hidup dalam kelompok besar di alam liar (hingga ribuan dalam satu kelompok). Habitat mereka adalah di gurun dan hutan belukar terbuka. Burung parkit liar adalah nomaden, pergerakan mereka tergantung pada pasokan makanan dan air. Burung parkit liar membangun sarang mereka pada lubang pohon.
jewawut (Setaria italica)
jewawut (Setaria italica)
MAKANAN
Makanan burung parkit bervariasi antara biji-bijian, buah dan sayuran. Biji-bijian yang baik dan disukai burung parkit adalah jewawut, millet merah, dan millet putih. Buah-buahan yang disukai burung parkit antara lain: apel, pir, melon, dan pisang. Dan sayuran yang baik untuk burung parkit adalah: jagung muda, tauge, brokoli, wortel dan bayam. Makanan yang haram diberikan ke burung parkit adalah alpukat dan cokelat karena bersifat racun bagi burung parkit.
sepasang burung parkit
sepasang burung parkit
SIKLUS HIDUP
Burung parkit adalah hewan monogami. Mereka cenderung memiliki hanya satu pasangan seumur hidup mereka. Saat kawin, sperma berpindah dari tubuh parkit jantan ke betina melalui penempelan kloaka. Proses kawin ini berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan detik. Sekitar satu minggu setelah kawin, parkit betina akan mulai bertelur. Induk parkit mengeluarkan satu telur setiap harinya sampai ada 4 hingga 6 telur. Telur-telur ini akan dierami selama 17-19 hari hingga akhirnya menetas.
telur dan bayi burung parkit
telur dan bayi burung parkit
Secara berurutan, anak burung parkit akan menetas setiap dua hari. Anak burung parkit terlahir buta dan tanpa bulu. Mereka benar-benar tidak mampu bertahan hidup tanpa bantuan induk mereka. Induk parkit harus terus menerus memberikan kehangatan kepada bayi-bayinya hingga mereka menumbuhkan bulu. Induk parkit memberikan makanan kepada anaknya dengan cara memuntahkan makanan yang telah ia cerna ke mulut anaknya. Anak burung parkit tumbuh sangat cepat.
anak burung parkit
anak burung parkit, akan mulai menumbuhkan bulu sekitar usia 2 minggu
Setelah berumur sepuluh hari, mata anak burung parkit akan terbuka. Beberapa hari kemudian, anak burung parkit mulai menumbuhkan bulu mereka, diawali dengan tumbuhnya bulu-bulu halus dan diikuti poros bulu (pin feathers) yang berbentuk seperti jarum tebal yang muncul dari kulit mereka.
VIDEO: Anak burung parkit umur 2 minggu
burung parkit muda
burung parkit muda, usia satu bulan
Sekitar satu bulan, bulu anak burung parkit sudah hampir tumbuh sempurna.
burung parkit dewasa
burung parkit dewasa
Anak burung parkit sudah bisa makan sendiri dan siap meninggalkan sarang sekitar usia 42 hari. Saat itu, burung parkit muda sudah bisa terbang dan menjaga diri mereka sendiri. Setelah 4 bulan, burung parkit muda mulai merontokkan bulu untuk pertama kalinya. Ditandai dengan hilangnya pola garis hitam di dahi mereka. Setelah perontokkan bulu pertama, parkit muda telah berubah sepenuhnya menjadi parkit dewasa. Parkit betina dewasa akan mulai belajar bertelur di usia 5 bulan.
cincin iris pada burung parkit
cincin iris pada burung parkit
Di usia 6 bulan, akan muncul lingkaran putih di sekitar bola mata, yang disebut cincin iris, sebagai indikasi umur burung parkit. Semakin jelas cincin iris, semakin tua umur burung parkit. Parkit dapat hidup antara 5-8 tahun, namun pada kasus istimewa, parkit dapat hidup hingga lebih dari 10 tahun jika dirawat dengan baik.
ular pohon australia
ular pohon australia, predator alami burung parkit liar
PREDATOR
Ular adalah predator utama burung parkit di alam liar. Telur dan anak burung parkit adalah mangsa mudah bagi ular.
kandang parkit
kandang parkit
KANDANG PARKIT
Di alam, burung parkit liar dapat dengan bebas memilih tempat mereka tinggal, namun tidak sama halnya dengan burung parkit peliharaan. Burung parkit peliharaan akan tinggal di kandang yang sudah ditentukan pemiliknya. Kandang parkit sebagai tempat berlindung harus memiliki ruang gerak dan bermain yang cukup agar parkit merasa nyaman, betah dan tidak stress. Dimensi kandang parkit (minimal) untuk tempat tinggal sepasang parkit adalah: 45cm (panjang) x 45cm (lebar) x 60cm (tinggi) dengan ukuran bar space (terali kandang) ½ inch. VIDEO: Sepasang parkit di dalam kandang
FUN FACTS
  • Burung parkit adalah burung peliharaan terpopuler di dunia
  • Dengan pelatihan yang tepat, burung parkit dapat belajar berbicara
    VIDEO:
    Burung parkit berbicara
  • Burung parkit dapat memutar kepalanya hingga 180 derajat. Di alam liar, hal ini menguntungkan mereka dengan jangkauan penglihatan yang lebih luas untuk menghindari predator
  • Penemuan fosil di Australia mengungkapkan bahwa burung parkit telah hidup di bumi jauh lebih lama sebelum manusia
  • Burung parkit memiliki dua jari kaki menghadap ke depan dan dua jari menghadap ke belakang. Unggas lain memiliki tiga jari kaki menghadap ke depan dan satu jari menghadap ke belakang
  • kaki burung parkit
    kaki burung parkit
  • Kebanyakan burung parkit membuang kotoran (poop) setiap 10-20 menit sekali
  • Suhu tubuh normal burung parkit adalah 39 derajat Celcius dengan jantung berdetak lebih dari 200 kali per menit
  • Burung parkit dapat menangkap 150 gambar per detik, sementara manusia hanya 16 gambar per detik
  • Burung parkit dapat mendengar suara dengan jangkauan 400-20.000Hz

Selasa, 16 Oktober 2012

Membedakan Burung Parkit Jantan dan Betina

Membedakan Burung Parkit Jantan dan Betina

Satu cara penunjang keberhasilan budidaya burung parkit adalah ketelitian didalam membedakan jenis kelamin burung parkit (sexing). Kebiasaan saling loloh atau saling bertukar makanan yang mirip percumbuan juga dilakukan parkit sesama jenis berkelamin jantan.

Jadi jangan dijadikan acuhan kalau ada sepasang burung parkit yang 'kelihatan mesra' dipastikan sepasang kekasih. Nah disinilah perlu pengetahuan atau teknik membedakan jenis kelamin burung parkit secara sederhana.

Burung parkit jantan mempunyai ciri yang sangat jelas pada tonjolan hidungnya yang berwarna biru. Sedangkan sang betina cenderung berwarna putih semu. Yang jadi masalah adalah kalau burung parkit tersebut masih tergolong sangat muda atau masih anakan, kadang warna biru pada hidung tidak begitu jelas. Tanda kebiruan pada hidung parkit jantan terlihat jelas pada parkit dewasa. (lihat gambar parkit diatas: tampak jelas warna biru pada bagian hidungnya, lalu bandingkan dengan gambar warna hidung parkit di bawahnya)

Cara Menjinakkan Burung Parkit II


Nah yang ini cara baru lagi untuk jinakkan burung parkit si paruh bengkok selain trik sebelumnya. Berikut langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk tahap awal penjinakkan burung parkit:
  • Seperti biasa sebelum kita masukkan sangkar setelah membeli dari pedagang burung, parkit perlu kita mandikan terlebih dahulu. Tujuan pemandian adalah agar burung bisa kelihatan fresh dan lebih tenang serta mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Sambil menunggu burung mengeringkan tubuhnya di dalam sangkar, kita duduk dekat sangkar tersebut sambil panggil namanya (wajib diberikan agar terbiasa dengan kode-kode khusus nantinya kalau kita latih)
  • Sesekali coba tangan kita masukkan ke dalam sangkar sambil menyuapi makanan berupa biji milet atau jewawut kepada sang parkit. Jangan lupa sambil sebut namanya.
  • Bila reaksinya masih ketakutan dengan cara menjauhi tangan kita sebaiknya kita hentikan dulu untuk kita coba esok harinya.
  • Program diet perlu dilakukan untuk memancing nafsu makannya mampu mengalahkan rasa takut si parkit tersebut dengan cara memberi makan sedikit saja dan minum secukupnya.
  • Setelah itu keesokan hari dicoba lagi cara diatas hingga si burung parkit benar-benar mau mengambil makanan langsung dari tangan kita.
  • Begitu ada tanda-tanda respon yang baik maka kita coba dengan mengiming-imingi makanan di mulut pintu sangkar. Apabila burung tersebut mau mengejar itu berarti tanda awal yang bagus. Jangan lupa panggil namanya.
  • Kalau sudah tenang perangainya tidak celingak-celinguk ingin kabur berarti burung tersebut sudah mulai jinak.
  • Yang perlu diperhatikan disaat kita menjinakkan burung parkit adalah perlakuan yang lembut atau tidak kasar. Memang butuh ketelatenan untuk itu. Umumnya dua hari burung sudah mulai jinak.

    Kalau burung masih kelihatan gugup bila kita dekati maka perlu kita mandikan agar fresh dan lebih tenang. Untuk beberapa burung memiliki tingkat agresifitas berbeda. Kalau pengalaman pertama saya sepertinya mulus dalam satu hari bisa membuat burung menjadi jinak. Namun ketika mencoba burung baru dilain waktu butuh waktu hingga 3-4 hari agar bisa jinak.

    Yang perlu diingat bahwa tidak serta merta burung yang sudah jinak akan 'patuh' kepada kita terus. Perlu waktu yang cukup antara kita dan si-dia ada saling pengertian satu sama lainnya.

    Makanan Burung Parkit


    Daalam budidaya burung makanan adalah hal yang paling penting, karena setiap makkhuk hidup membutuhkan makanan dan minuman. Makanan pokok burung parkit adalah biji-bijian kecil seperti jewawut, millet putih,millet merah,jagung muda,beras merah dan beberapa macam biji-bijian lainnya.

    Burung parkit termasuk salah satu jenis burung yang tidak terlalu rewel makannya. Bila sudah terlalu lapar makan kayu sangkarpun akan digerus untuk melampiaskan rasa laparnya.


    Bila kita sudah siap untuk memelihara burung parkit baik itu untuk klangenan, bisnis ataupun penelitian maka yang harus diperhatikan adalah soal makanannya. Meskipun terbilang gampang urusan kualitas biji-bijian yang akan diberikan harus diperhatikan, agar kesehatan burung tetap terjaga sehingga akan tampak sekali pada penampilannya yang prima ditandai warna bulunya yang mengkilat, postur tubuhnya yang 'berotot' tidak kerempeng. Kaki dan paruhnya terlihat kekar.

    Karena itu ada tip khusus disaat memilih pakan burung kesayangan kita tersebut:
    • Pilih warna pakan seperti millet atau jewawut yang terlihat cerah dan betul-betul berisi. Itu pertanda bahwa pakan tersebut masih fresh. Ada kalanya di pedagang pakan yang menjual stok pakan lama. Mungkin sepi kali ya. Sehingga bila tidak teiti kita mendapat pakan biji-bijian tersebut kurang berkualitas yaitu ditandai bobot biji-bijian tersebut ringan alias banyak kopong (kurang berisi).
  • Bila memilih pakan kiloan dari pedagang langsung ada baiknya pakan tersebut kita seleksi dengan cara direndam air sebentar sehingga biji-bijian yang kosong mengapung diatas sehingga bisa kita saring dan buang. Biji-bijian yang baik akan tenggelam. Setelah perendaman segera kita saring dan jemur dengan panas matahari dengan tujuan agar pakan tersebut dalam keadaan kering dalam penyimpanan untuk menghindari jamur. Perlu diingat bahwa pakan yang berjamur sangat berbahaya bagi kesehatan burung parkit.
  • Cara lain yaitu setelah kita rendam/cuci biji-bijian tersebut kita sangrai (digoreng tanpa minyak) sambil kita tambahkan sedikit garam mineral/dapur ataupun vitamin (supplemen tambahan).
  • Kalau kita memilih pakan yang sudah jadi/bentuk kemasan tinggal kita berikan secara langsung.
  • Makanan tambahan berupa sayuran seperti tauge atau jagung muda sangat disukai parkit. Makanan tersebut bisa kita berikan seminggu sekali untuk mengimbangi kecukupan gizi si centil warna-warni.

    Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu pemberian grid atau batu mineral yang bisa diambil dari kulit sotong ataupun tumbukan batu bata merah. Tujuan pemberian grid ini agar memberi kebutuhan mineral untuk si parkit sekaligus membantu proses pencernaannya. Dalam istilah perburungan ngasin/asinan.

    Menjinakkan Burung Parkit I


    Tips atau trik berikut bisa kita gunakan bila beberapa cara sebelumnya tidak berhasil alias burung parkit selalu menjauh bila tangan kita ulurkan untuk memberi makan. Mungkin si burung kecil eksotis ini mengira tangan kita yang lebih besar dari ukuran tubuhnya sebagai suatu ancaman. Nah ada satu trik khusus untuk mensiasati hal tersebut.


    Cara-caranya adalah sebagai berikut:
    1. Posisikan duduk kita dekat dengan sangkar burung parkit.
    2. Sembari panggil namanya (wajib) letakkan jari kita yang ditempeli pakan untuk pemancingan awal. Bila tetap tidak merespon bahkan menjauh teruskan pada trik berikut.
    3. Ambil satu batang lidi dengan panjang kurang lebih 20 cm.
    4. Basahi ujung lidi dengan sedikit air yang berfungsi untuk menempelkan biji milet atau jewawut pada ujungnya.

    Ulurkan ujung lidi yang ditempeli biji milet tersebut perlahan-lahan agar burung parkit tidak kaget atau beraksi panik.
  • Bila burung parkit mau mengambil makanan tersebut itu pertanda positif teruskan berulang-ulang dan jangan lupa panggil namanya.
  • Sekarang coba kurangi pegangan tangan kita pada lidi, sehingga jarak tangan kita dengan ujung lidi semakin dekat. lakukan hingga tangan kita berada pada ujung lidi dekat pakan tersebut. Nah kalau burung parkit sudah tidak takut lagi maka singkirkan lidi tersebut dan ganti dengan ujung jari kita yang dibasahi sedikit air untuk menempelkan biji milet.
  • Kalau si burung parkit sudah mau mengambil makanannya langsung maka coba tangan kita masukkan sangkar dan beri umpan secara close up. Begitu seterusnya hingga dia betul-betul nyaman.
  • Aksi selanjutnya adalah sodorkan jari telunjuk kita untuk tangkringan kaki burung parkit, kalau dia melakukan hal tersebut berarti mulai muncul tanda kejinakannya.
  • Nah diatas adalah satu trik menjinakan burung parkit ataupun burung yang lainnya. Tentu masih ada trik-trik yang lainnya dari para burung yang berpengalaman. Tapi yang jelas trik tersebut saya gunakan untuk menjinakkan burung parkit yang kesekian kali dan tampak bandel alias susah didekati dengan tangan secara langsung seperti burung-burung parkityang dibudidayakan.

    Budidaya Burung Parkit


    Pesona burung parkit memang memukau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis. 
    Di daerah Pasar Turi, Pasar Kupang ataupun Pasar Bratang sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu kandang hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima.
    Jadi sewaktu saya membeli di pedagang tersebut butuh waktu agak lama untuk mengamati kira-kira bakalan burung mana yang bagus untuk saya jinakkan. Karena dari beberapa diantaranya ada yang sakit-sakitan dan warna bulunya yang kusam seperti kurang terawat. Ketika saya tanya pada pedagangnya kenapa pilihan barang mereka terbatas, mereka menjawab karena kurang pasokan.
    Jadi kalau merunut dari kesediaan pasokan sepertinya prospek bisnis burung parkit masih terbuka. So peluang bisnis pengembangbiakan burung parkit cukup cerah.


    Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya karena cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga hasilnya kurang memuaskan.

    Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya adalah sebagai berikut:
    1. Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.
    2. Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.
    3. Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit "beli satu pasang". Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila
    parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.
  • Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.
  • Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar 'berisi'. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.
  • Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.
  • Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.
  • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
  • Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
  • Yang jelas budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga bisa menambah penghasilan.


    Untuk mengembangbiakan burung parkit harus memperhatikan beberapa hal agar mendapatkan hasil yang maksimal didalam penangkaran. Ukuran kadang yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu besar. Yang perlu diperhatikan adalah sistem penangkarannya secara khusus atau secara massal.



    Penangkaran secara khusus dilakukan bila peternak menginginkan corak tertentu yang dikehendaki. Maka mengumpulkan beberapa pasangan patut dihindari. Penangkaran secara khusus tidak memerlukan kandang yang besar cukup ukuran 40 x 40 x 60 untuk satu pasangan dan satu kotak pengeraman.


    Untuk penangkaran secara masal memang lebih irit tempat satu kandang bisa diisi beberapa pasangan termasuk kotak pengeraman. Hanya saja penangkaran ini kita lebih sulit untuk mengamati jenis atau corak khusus burung parkit yang kita inginkan. Termasuk juga dalam hal mengontrol kesehatan burung parkit. Karena itu ukuran atau besar kandang harus memperhatikan populasi pasangan parkit yang akan ditempatkan.



    Disamping menyediakan kandang untuk penangkaran, kandang untuk menampung parkit yang sudah lepas sapih juga harus disiapkan. Kandang ini juga berfungsi sebagai kandang pembesaran plus penyeleksian bakalan burung parkit.

    Makanan burung Parkit


    Daalam budidaya burung makanan adalah hal yang paling penting, karena setiap makkhuk hidup membutuhkan makanan dan minuman. Makanan pokok burung parkit adalah biji-bijian kecil seperti jewawut, millet putih,millet merah,jagung muda,beras merah dan beberapa macam biji-bijian lainnya.
    style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;">Pilih warna pakan seperti millet atau jewawut yang terlihat cerah dan betul-betul berisi. Itu pertanda bahwa pakan tersebut masih fresh. Ada kalanya di pedagang pakan yang menjual stok pakan lama. Mungkin sepi kali ya. Sehingga bila tidak teiti kita mendapat pakan biji-bijian tersebut kurang berkualitas yaitu ditandai bobot biji-bijian tersebut ringan alias banyak kopong (kurang berisi).
  • Bila memilih pakan kiloan dari pedagang langsung ada baiknya pakan tersebut kita seleksi dengan cara direndam air sebentar sehingga biji-bijian yang kosong mengapung diatas sehingga bisa kita saring dan buang. Biji-bijian yang baik akan tenggelam. Setelah perendaman segera kita saring dan jemur dengan panas matahari dengan tujuan agar pakan tersebut dalam keadaan kering dalam penyimpanan untuk menghindari jamur. Perlu diingat bahwa pakan yang berjamur sangat berbahaya bagi kesehatan burung parkit.
  • Cara lain yaitu setelah kita rendam/cuci biji-bijian tersebut kita sangrai (digoreng tanpa minyak) sambil kita tambahkan sedikit garam mineral/dapur ataupun vitamin (supplemen tambahan).
  • Kalau kita memilih pakan yang sudah jadi/bentuk kemasan tinggal kita berikan secara langsung.
  • Makanan tambahan berupa sayuran seperti tauge atau jagung muda sangat disukai parkit. Makanan tersebut bisa kita berikan seminggu sekali untuk mengimbangi kecukupan gizi si centil warna-warni.

    Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu pemberian grid atau batu mineral yang bisa diambil dari kulit sotong ataupun tumbukan batu bata merah. Tujuan pemberian grid ini agar memberi kebutuhan mineral untuk si parkit sekaligus membantu proses pencernaannya. Dalam istilah perburungan ngasin/asinan.

    Memilih dan Menjinakan Burung Parkit


    Sekilas burung parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tetapi begitu kita pegang, terutama burung yang sangat jarang berada dekat dengan manusia, maka tak jarang berontak bahkan menggigit. Itu adalah reaksi wajar dan alami. Namun setelah kita mengetahui trik-trik menjinakkannya maka hal itu akan berbalik kondisinya. Si cantik paruh bengkok akan bersahabat dengan kita.



    Yang perlu kita ketahui sebelumnya bahwa burung parkit tetaplah mempunyai naluri alaminya. Nah itulah yang harus kita fahami agar bisa memberlakukan burung parkit sebagaimana mestinya dan tidak semua burung mempunyai karakter yang sama sehingga kita harus jeli menentukan pilihan terlebih bila kita membeli di pasar burung secara acak.
    kebetulan saya membeli di pedagang burung dekat rumah. Di kandang yang terdapat puluhan parkit dengan warna beragam serta jenis kelamin tidak dipisah antara jantan dan betina menjadi tantangan tersendiri. Nah supaya to the point berikut langkah-langkah mulai memilih dan cara menjinakkan burung parkit sebelum dilatih dengan beberapa ketrampilan tertentu :
    TIPS MEMILIH BURUNG PARKIT

    • Tentukan warna burung parkit kesukaan kita.
    • Pilih kondisi burung yang sehat.
    • Tekstur bulu burung yang mempunyai ciri mudah dijinakkan mempunyai tektur yang lembut. Burung yang bulunya bertekstur kasar biasanya memiliki perangai agak liar.
    • Pilih usianya yang agak muda, jangan terlalu tua. Ciri-ciri parkit yang tua bisa dilihat dari tekstur atau sisik kaki yang terlihat sangat kasar dan gelap. Demikian juga paruhnya yang mulai terkikis (geripis) dan sangat gelap. Ciri parkit yang masih muda sisik kakinya lebih halus dan segar. Demikian dengan warna paruhnya lebih cerah.
    • Jika kita memilih yang masih anakan. Bisa jadi point bagus.
    • Jenis kelamin jantan biasanya lebih mudah dijinakkan/dilatih.

    TIPS MENJINAKKAN BURUNG PARKIT

    • Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun petshop burung segera dimandikan dengan menggunakan tangan. Usapkan air dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jangan perlakukan dengan kasar.
    • Apabila sudah basah kuyub usap pelan-pelan tubuh burung parkit dengan sentuhan lembut. kemudian coba taruh di jari telunjuk kita agar bertengger.
    • Pada kasus tertentu ada burung yang langsung bertengger tenang sambil menata/menyulam bulu-bulunya agar rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih celingak-celinguk/bingung dan ingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk karakter burung yang seperti itu sebaiknya segera dimasukkan kandang terlebih dahulu dan diulangi lagi untuk esok harinya.

    class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;">Untuk burung parkit yang sudah bisa tenang di atas tenggeran jari telunjuk bisa kita coba tawari makanan kesukaannya berupa milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge ataupun yang lainnya. Bila ia merespon pertanda burung itu sudah mulai jinak. tetapi bila belum jangan putus asa. biarkan beberapa saat agar tenang di atas tenggeran jari telunjuk. setelah itu masukkan kandang.
  • Pada masa penjinakkan untuk burung-burung yang belum mau mengambil makanan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan supaya rasa lapar si burung memberi keberanian untuk mengambil makanan dari tangan kita langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari setelah sedikit puasa burung parkit mulai 'terpaksa' mau mengambil makanan/biji milet langsung dari tangan kita.
  • Sewaktu masih menjalani masa penjinakan burung harus makan dari tangan kita langsung sehingga ia akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kita secara cepat.
  • Sebelum burung betul-betul jinak maka jangan diberi makan langsung dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan hingga basah kuyub. Tujuan agar burung tidak kabur atau terbang.
  • Bila dalam kondisi basah biasanya ia akan tenang dan sibuk mengurusi bulu-bulunya yang acak-acakan karena air. Di saat itu momen pas untuk melatih agar ia mau makan pemberian dari tangan kita langsung.
  • Bila sudah mau makan langsung dalam kondisi basah biarkan hingga kering sambil kita suapi makanan kesukaannya.
  • Sesekali perintahkan burung agar berpindah tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lainnya. bila ia mau melakukan beri suapan hadiah untuknya. begitu seterusnya. Dan jangan lupa setiap kali memberi suapan sebut namanya agar terbiasa dengan perintah itu.
  • Lakukan berulang-ulang hingga si burung parkit betul-betul jinak.

  • Tanda-tanda parkit yang sudah mulai jinak dan siap dilatih

    • Mau bertengger tenang di atas jari telunjuk atau tangan kita.
    • Mau makan langsung biji-bijian dari pemberian tangan kita.
    • Tidak gelisah dan ingin kabur.
    • merespon setiap panggilan namanya disebut....

    Nah itulah sedikit trik menjinakan burung parkit. Bisa jadi trik yang saya lakukan akan berbeda dengan para pakar burung parkit lainnya. Untuk itu bagi yang berkelimpahan ilmunya mohon kesediaan berbagi dengan penulis. Untuk pakar trik melatih burung di jakarta ada nama pak Rudi Pelung.


    Yang jelas burung parkit sebagai miniatur saudaranya yang lainnya seperti kakak tua, nuri, betet yang mempunyai ukuran tubuh jauh lebih besar namun tidak kalah jinak dan pintarnya . Mudah-mudahan juga suatu saat akan ada kontes kecerdasan burung kaya warna ini.
    Dan lebih penting lagi agar kita turut melestarikan burung mungil yang cantik ini supaya tidak punah seiring habitat alamnya yang sudah banyak di ambil alih oleh bangsa manusia sendiri.

    Burung Parkit


    Shaw, seorang penulis buku Zoologi of New Holland memberi nama burung parkit ini dengan sebutan Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak.
    Corak bergelombang inilah yang mungkin berkaitan dengan warna bulu burung mungil dan lucu ini yang bermacam-macam.
    Pada tahun 1831 salah satu museum di London, Linne Society memamerkan pajangan burung parkit yang mati, tetapi tampak seperti masih hidup di dalam salah satu ruangannya. Inilah yang akhirnya mengundangberbagai kalangan, terutama para ahli di bidang perburungan. Diantaranya adalah John Gould. Berawal dari sinilah sejarah parkit dibawa ke negeri Inggris.
    Pada tahun 1850 perkembangan burung berparuh bengkok ini mulai sukses dibudidyakan dikebun binatang Antwerpens,Belgia. Karena kecantikan warna bulu burung eksotis ini beberapa negara eropa lainnya mulai ikutan mengimpor burung ini dalam jumlah yang besar. Akhirnya burung parkit sudah mulai dibudidayakan di mana-mana.
    Warna kuning pada bulu burung parkit di hasilkan di Belgia pada tahun 1872 dan di Jerman pada tahun 1875 dengan warna yang sama. Berikutnya warna biru yang muncul pada tahun 1878. dan tahun 1917 warna putih menyusul hingga tahun 1940 puncak keragaman warna bulu burung parkit ini.
    Penyebaran yang luas menyebabkan burung parkit ini mengalami banyak sebutan. Orang belanda menyebutnya Undulated grass parkeet. Kalau orang perancis memanggil dengan sebutan Perche Ondule. Sedangkan bangsa Jerman menggunakan nama Wellensittichberdasarkan Checklist of bird of the world yang disusun oleh Peters tahun 1937 klasifikasi burung ini data sebagai berikut :
    • Filum : Chordata
    • Anak filum : Vertebrata
    • Kelas : Aves
    • Bangsa : Psittaciformes
    • Suku : Psittacidae
    • Anak suku : Psittacinae
    • Marga : Melopsittacus
    • Jenis : Melopsittacus undulus
    Burung parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan oktober – desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.
    Berat telur burung parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya,bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada
    pengganggu mendekati sarangnya.
    Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.
    Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang,sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.
    Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.
    Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.
    Tetapi karena sifatnya yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar. Disamping kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas.
    Berikut ini tips pemeliharaan burung parkit ini :
    • Usahakan memilih induk yang berbeda warna.
    • Perhatikan dalam membedakan Burung jantan dan betina
    • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
    • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
    • Persiapkan pula kandang cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
    • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
    • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge,jagung atau yang lainnya
    • Makanan utama burung ini adalah millet yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.
    Karena relatif gampang makanannya dan cepat berkembangbiaknya satwa ini maka tidak hanya pelaku bisnis ternak burung tetapi juga banyak hobiis yang gandrung dengan burung ini terutama anak-anak. Untuk itu,bagaimana juga kebersihan pemiliknya setelah melakukan perawatan burung cantik ini jangan lupa juga membersihkan tangan terutama pada anak-anak. Konon hampir semua jenis burung paruh bengkok berpotensi masalah asma terlebih pada anak-anak. Tapi itu tidak pada semua anak-anak tentunya.

    Cara Ternak Burung Parkit



    Burung ini memiliki sebutan latin yaitu Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak.
    Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Burung parkit termasuk burung yang bisa jinak. Untuk membuat parkit jinak dengan pemiliknya diperlukan cara-cara khusus agar parkit jinak. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.
    Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.

    Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang, sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.
    Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.
    Nah gini cara membedakan jantan betina, tgl liat hidungnya aja, kalau  jantan agak kebiru-biruan dan posturnya-pun agak sedikit lebih besar, sedangkan yang betina sebaliknya.,.

    Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.
    Parkit hidup berkoloni dan di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Saat musim kimpoi sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar
    sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.
    Berikut ini tips pemeliharaan burung parkit ini:
    • Usahakan memilih induk yang berbeda warna.
    • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
    • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
    • Persiapkan pula kandang cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
    • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
    • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
    • Makanan utama burung ini adalah millet (catatan agroburung.com, di Solo, rata-rata diberi pakan utama jewawut) juga yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.
    Proses penjodohan dilakukan sebelum pasangan ditempatkan di kandangnya masing-masing. Setelah terlihat menjodoh, setiap pasangan dipisahkan untuk dimasukkan ke kandang produksi. Di dalam kandang sudah tersedia box sebagai tempat betina bersarang. Proses penjodohan hampir sama dengan lovebird. Kalau pasangan tidak menjodoh biasanya saling menjauh, maka secepatnya diganti pasangannya.
    Tips pemeliharaan Burung  Parkit :
    • Makanan utama burung ini adalah millet
    • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih terutama kandang
    • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
    • Pilihlah induk Parkit yang berbeda warna.
    • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
    • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
    • Persiapkan pula kandang parkit cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.

    7 KESALAHAN SAAT MULAI BISNIS

    http://www.dewbar.com/wp-content/uploads/2012/07/Berbisnis.jpg



    Memiliki bisnis yang besar dan terus menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat adalah impian setiap pengusaha pemula. Namun, ketika hal itu tidak terjadi sesuai dengan yang dipikirkan, kita pun menjadi stres. Hal ini pun terkadang membuat sebagian orang mundur dari dunia usaha.

    Agar Anda tidak bernasib sama dengan pengusaha-pengusaha pemula seperti itu ada baiknya Anda mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh orang yang baru pertama kali terjun ke bidang bisnis dan bagaimana menghindari kesalahan tersebut. Berikut uraiannya:


    1. Tak punya peta. Penulis-penulis buku tentang dunia kewirausahaan biasanya memberitahukan kepada pembacanya yang merupakan para wirausahawan baru agar apabila mereka ingin memulai usaha, mereka perlu pompa semangat bernama "gairah/passion". Satu sisi ini ada benar, tetapi kurang. Jika Anda menilik lebih dalam lagi, sebenarnya Anda tak hanya membutuhkan bahan bakar untuk bergerak saja, tetapi Anda juga butuh rencana!

    Oleh karena itu, ambillah waktu menyelidiki pasar dan target pelanggan, kompetisi, dan hal lainnya. Fokuskan diri untuk menjawab pertanyaan: "Bagaimana caranya menghasilkan pendapatan dari usaha ini?"

    2. Menjual di bawah harga pasar. Sebelum mencantumkan harga, lakukanlah sejumlah perhitungan. Hitunglah pengeluaran tetap dan pengeluaran sewaktu-waktu. Buatlah riset pasar dan nilai harga kompetitor. Perhitungkan margin yang Anda butuhkan untuk mendapatkan keuntungan yang dibutuhkan.

    3. Memulai bisnis cuma untuk coba-coba. Kebanyakan pengusaha baru hanya melihat gambaran besar; tipe visioner, pengambil risiko, pencari tantangan. Makin berhadapan dengan tantangan, makin bersemangat mereka. Tak jarang, tipe ini mencari-cari masalah supaya bisa menemukan tantangan dan merasa lebih bersemangat.

    Ralph Warner dalam bukunya How to Run a Thriving Business menyatakan tujuan untuk menjalankan bisnis adalah mencetak uang dan tidak ada yang lain. Jangan mencoba mengambil risiko hanya untuk mendapatkan keseruan. Apa yang Anda lakukan ini membahayakan seluruh perusahaan dan orang-orang di dalamnya.

    4. Tak mengerti tentang marketing sedikit pun. Jarang sekali orang-orang yang baru memulai bisnis menyusun rencana atau menyiapkan anggaran untuk marketing. Umumnya, pemilik usaha berpikir bahwa marketing adalah pengeluaran yang tak diperlukan. Parahnya, banyak dari antara orang-orang tersebut yang menyamaartikan marketing dengan sales.

    Rob Gelphman menyatakan marketing sangatlah berbeda dengan sales; marketing harus memikirkan tentang penjualan di masa depan, Sementara sales harus memikirkan berapa banyak penjualan yang terjadi hari ini. Oleh karenanya ketika mengawali menjalankan perusahaan, gajilah orang yang bisa membantu merencanakan proyek dan menyusun langkah ke depan. Baru setelah itu, kirimlah para sales perusahaan Anda untuk berjualan.

    5. Bos tidak sama dengan sahabat. Walaupun baru, sebisa mungkin perusahaan Anda sudah memiliki prosedur yang jelas agar setiap karyawan mengerti peran mereka disana. Oleh karenanya, buatlah sebuah buku manual aturan yang mendefinisikan mengenai pembagian kerja, pemecatan, kepegawaian, penilaian, cuti, kompensasi, promosi, dan lainnya.

    6. Menghamburkan modal. Pada umumnya pengusaha baru kurang merencanakan kebutuhan finansial mereka. Mereka lebih banyak menghamburkan uang pada barang-barang yang kurang dibutuhkan, seperti furnitur, teknologi dan barang kantor, atau mengupah terlalu banyak eksekutif dari yang dibutuhkan. Walaupun Anda memiliki tenaga sales yang handal, tetapi pembayaran uang sesuai yang telah disepakati bisa saja terjadi belakangan. Alangkah bagusnya bila Anda memiliki akuntan yang bisa melakukan analisis keuangan perusahaan Anda.

    7. Lupa memperhitungkan orang terkasih. Para pengusaha pemula biasanya memiliki semangat yang luar biasa dalam bekerja sehingga tak jarang orang-orang di rumah “ditelantarkan”. Ini bukanlah pilihan keputusan yang tepat. Meskipun Anda fokus dengan usaha baru Anda, tetapi ingatlah akan keberadaan orang-orang terdekat Anda. Perhatikanlah mereka. Janganlah biarkan perusahaan yang baru Anda bangun malah membuat orang-orang yang Anda sayangi tersakiti.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi Anda, para calon maupun pengusaha yang baru terjun ke dalam bidang bisnis. Akhir tulisan, selamat membangun usaha dan berinvestasi !!

    sumber : Kompas.com

    Kisah Cleaning Service KFC Menjadi Boss Rocket Chicken

    http://diradja.files.wordpress.com/2011/03/rocket-chicken.jpegBekerja sebagai cleaning service merupakan awal mimpinya untuk hidup mandiri dan dapat membiayai kuliah. Namun, karena kesibukannya bekerja sebagai cleaning service di restoran cepat saji tersebut, Nurul Atik harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk melanjutkan pendidikannya. Ia malah membangun sendiri usaha makanan cepat saji yang kini sukses.
    Anda pasti pernah mendengar ungkapan: “Orang yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.” Ungkapan ini mungkin cocok disematkan bagi seorang Nurul Atik. Pria asal Jepara ini menapaki kesuksesan dari jalan berliku.
    Mantan cleaning service ini sekarang memiliki Rocket Chicken, perusahaan waralaba di bidang makanan cepat saji. Kini, ia memiliki 83 mitra di seluruh Indonesia. Ia mendapat pembayaran biaya royalti hingga Rp 100 juta dari para mitra.
    Sebelum menjadi Presiden Direktur Rocket Chicken, Nurul bekerja sebagai seorang cleaning service di California Fried Chicken (CFC) di Semarang, Jawa Tengah. Dari seorang tukang bersih-bersih resto cepat saji, kini dia menjadi bos resto cepat saji milik sendiri.
    Kisah Nurul dalam menapaki dunia kerja berawal ketika ia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), 20 tahun lalu. Lantaran ingin meringankan beban orang tua, Nurul pun berencana untuk melanjutkan kuliahnya dengan biaya sendiri.
    Sempat menganggur selama setahun mencari pekerjaan, Nurul akhirnya diterima bekerja di CFC di Jalan Pemuda Semarang. Nurul bekerja sesuai dengan profesi yang dibutuhkan pada saat itu yakni sebagai cleaning service alias tukang bersih-bersih di restoran cepat saji itu.
    Selama tiga bulan, Nurul menjadi karyawan dengan status trainee. Gaji pertama Nurul sebagai cleaning service pada saat itu hanya Rp 35.000 per bulan. Ia harus membagi gaji itu untuk kebutuhan makan, kos, dan biaya transportasi. Dengan jumlah gaji yang pas-pasan tersebut, sering ia harus berutang pada rekan-rekannya di CFC.
    Karena kinerjanya yang bagus, ia kemudian diangkat menjadi pegawai tetap. Selang tiga bulan berjalan, akhirnya Nurul diangkat menjadi tukang cuci piring selama empat bulan.
    Ia cepat bergeser ke posisi juru masak selama empat bulan. Karena kinerjanya semakin hari semakin baik Nurul diangkat lagi menjadi kasir selama enam bulan. Tak hanya sampai di situ, Nurul lalu naik pangkat menjadi seorang supervisor selama satu tahun.
    Nurul juga mengecap posisi sebagai asisten manajer selama dua tahun di perusahaan yang sama. Karena kekosongan di bagian audit, Nurul kemudian menggantikan posisi tersebut selama tiga bulan. Tak memerlukan waktu yang lama, pria yang kini berusia 42 tahun ini mengecap posisi manajer areal selama dua tahun.
    Posisi manajer areal mengharuskan Nurul berkeliling dari kota satu ke kota yang lain untuk memberikan pelatihan kepada karyawan-karyawan baru mulai dari berbagai kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Magelang, dan Solo, hingga Yogyakarta.
    Dengan kesibukannya bekerja di restoran cepat saji tersebut, Nurul mengubur dalam-dalam impiannya untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. “Pada saat menjadi cleaning service, ternyata jam kerjanya shift sehingga saya tidak bisa membagi waktu antara kerja dan keinginan untuk kuliah,” tutur Nurul.
    Namun, ia tak putus asa. Nurul mempunyai jurus jitu dalam menghadapi tantangan yang ada di depan mata. “Setiap melangkah kita harus memiliki niat yang kuat dan harus ditekuni,” tandas Nurul.
    Ia juga mengungkapkan, dalam menjalankan segala kegiatan harus dilandasi dengan percaya diri dan semangat. Menurutnya, ia mendapat banyak pelajaran selama bekerja di restoran cepat saji CFC. Ia banyak mendapat ilmu dari rekan-rekannya yang berkerja di tempat tersebut, dari mulai menghargai hidup sampai pada pengelolaan restoran.
    Pada saat bekerja sebagai cleaning service di CFC, Nurul memang tidak memikirkan jumlah pendapatan atau gaji yang ia terima. Ia hanya terus berpikir untuk bekerja sambil belajar apa saja yang didapatnya kala itu.
    Karena keinginan yang kuat untuk hidup mandiri itu, Nurul memutuskan mencoba hidup mandiri dengan niat mendirikan usaha sendiri. “Orang tua pun mendukung sepenuhnya apa yang telah menjadi pilihan saya, hidup mandiri,” tandas Nurul.
    Jiwa wirausaha tidak bisa dipisahkan dengan sosok Nurul Atik. Walau sudah berada pada posisi yang nyaman di sebuah restoran cepat saji, Nurul memutuskan membuka usaha dengan mereknya sendiri, Rocket Chicken. Cuma butuh waktu setahun, restoran yang menjual fried chicken ini sudah mengembang sampai 83 mitra.
    Dengan gaji yang pas-pasan yang ia terima ketika menjadi cleaning service membuat Nurul Atik harus memutar otak agar ia bisa memenuhi kebutuhan saban bulannya. Tak jarang, ia harus meminjam uang dari rekan kerjanya di California Fried Chicken (CFC). Ia juga kerap meminta tambahan uang ke orang tuanya.
    Untuk menghemat biaya hidup, Nurul pun harus mencari tempat kos yang jaraknya sekitar lima kilometer dari tempatnya bekerja. Tak jarang dengan alasan pengiritan, ia memilih berjalan kaki sampai satu kilometer. “Kalau sudah lelah, saya baru naik angkot,” ujarnya mengenang.
    Kamar kos Nurul juga tak kalah memprihatinkan. Dengan luas 3X3 meter, kamar sewaan itu tak dilengkapi dengan kasur dan perabot lainnya. Kondisi seperti itu dilakoni Nurul kurang lebih selama lima bulan, sampai ia mendapat mess dari kantornya.
    Buka usaha
    Seiring karier yang terus menanjak serta kondisi ekonomi yang terus membaik, pada usia 29 tahun, Nurul pun memutuskan menikah dengan Emy Setiawati, seorang karyawan di sebuah swalayan di Yogyakarta yang baru dipacarinya dua bulan. “Saat itu, saya sudah menjadi manager di CFC Yogya,” ujar Nurul.
    Meski begitu, gaji yang diterima Nurul tak mampu memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Apalagi menyusul kemudian pasangan Nurul dan Emy dikarunia momongan. Makanya, setelah melahirkan anak pertama mereka, Emy membantu perekonomian keluarga dengan membuka usaha roti.
    Meski posisinya cukup baik di tempat kerjanya, keinginan Nurul untuk membuka usaha sendiri rupanya tak pernah padam. Puncaknya terjadi ketika krisis keuangan melanda Tanah Air tahun 1998, Nurul memutuskan keluar dan membuat usaha sendiri.
    Nurul merasa waktu 10 tahun bekerja sudah cukup untuk berguru di restoran cepat saji Amerika Serikat itu. “Saya mantap keluar karena ingin mandiri,” ujarnya.
    Pada saat yang sama, seorang kawan mengajak Nurul membuat restoran makanan cepat saji yang mengusung ayam goreng (fried chicken). Ide tersebut muncul karena pada waktu itu membuka restoran cepat saji atau fast food menjadi tren di kalangan masyarakat.
    Berbekal pengalamannya, Nurul mantap menerima ajakan temannya. Ia kemudian bertindak sebagai pengembang bisnis, sementara temannya mengurusi permodalan. Usaha keras mereka membawa hasil. Bisnis mereka cepat mengembang. Saat ini, Nurul telah memiliki 86 cabang.
    Seiring berjalannya waktu, lelaki kelahiran Jepara, 25 Juni 1966 ini kembali merasa gelisah. Ia tergelitik mengibarkan bendera usaha dengan membuat restoran fried chicken sendiri. Kali ini dengan potensi pasar yang berbeda dengan usaha sebelumnya yang menyasar pasar menengah atas.
    Pilihannya jatuh ke pasar menengah bawah. Selain pasarnya lebih besar, segmen tersebut juga belum tersentuh restoran fast food lokal maupun asing. Pada 21 Februari 2010, Nurul lantas mendirikan usaha sendiri dengan nama Rocket Chicken di Jalan Wolter Monginsidi, Semarang.
    Perkembangan bisnisnya ini di luar perkiraan Nurul. Antusias masyarakat menyambut bisnis makanan cepat sajinya sangat cujup menggembirakan. Baru setahun berjalan, Nurul memiliki 83 mitra. Dengan sistem waralaba, Nurul mengembangkan bisnisnya tampa mengeluarkan modal uang sepeser pun. “Semuanya hanya didasarkan pada kepercayaan saja,” ujarnya.
    Beruntung, kebanyakan mitranya adalah orang-orang yang mengenal dan tahu sosok Nurul yang telah berpengalaman dalam bisnis ayam krispi ini. “Saya cuma jual nama saja, outlet awalnya tak punya,” tandas Nurul.
    Bersama mitranya, ayah tiga anak ini hanya menekankan agar menjalankan bisnis dengan kerja keras, tekun serta jujur. Bila itu menjadi landasan, Nurul yakni bahwa usaha mereka akan membawa amanah. Tak cuma bagi karyawan, tapi juga pemilik usaha franchise ayam krispi Rocket Chicken.

    *Jika Anda tertarik bermitra dengan Rocket Chicken, Anda bisa langsung mengunjungi websitenya di rocketchickenindonesia.com

    Sumber: tribun-timur news